Ketahui Gejala, Penyebab dan Resiko Kanker Darah ?


Kanker Darah


foto : autoimun.id
Kanker darah atau leukimia adalah jenis penyakit yang menyerang sel darah putih. Sedang fungsi sel darah putih  melindungi tubuh dari serangan berbagai  penyakit. Karenanya, jika sel darah putih yang diserang, maka lemahlah pertahanan tubuh. Penghasil sel darah putih adalah sumsum tulang belakang.

Pada kondisi tubuh normal, sel darah putih berkembang normal. Sedang pada pengidap kanker darah, sel darah putih berkembang abnormal, sehingga sel darah putih berlebihan. Akibatnya, sel darah putih menumpuk  pada sumsum tulang, tempat memproduksi sel darah putih. 

Selain menumpuk, sel darah putih menyebar ke organ lain seperti, hati, limfa, paru-paru, ginjal, bahkan hingga ke otakSel darah putih yang berkembang tidak normal, tidak berfungsi. Akibatnya, kekebalan tubuh berkurang sehingga penderitanya mudah terserang penyakit. 

Jenis Kanker Darah berdasarkan kecepatan perkembangannya.

Kanker darah akut
Kanker jenis ini berkembang cepat, sehingga sel darah putih jumlahnya abnormal. Sel-nya tidak tumbuh matang, sehingga tidak berfungsi maksimal atau tidak mampu membasmi penyakit yang menyerang tubuh. Kondisi seperti itu harus segera ditangani. Jika dibiarkan, tubuh akan kekurangan oksigen dan kekebalan tubuh turun.

Kanker Darah Kronis
Kanker jenis ini berkembang perlahan. Sel darah putih yang seharusnya mati, tetap hidup dan menumpuk di dalam aliran darah, sumsum tulang serta organ terkait lainnya.  Sel darah putih tumbuh lebih matang, sehingga masih berfungsi, meski hanya beberapa saat atau tidak lama. Oleh karena itu, gejalanya tidak cepat dirasakan. Gejalanya diketahui, setelah diagnosis.

Kanker darah juga dikategorikan menurut jenis serangannya. Kanker darah yang menyerang sel limfa disebut Leukemia Limfotik. Sedang kanker darah yang menyerang sel mieloid diberi nama Leukemia Mielogen.

Berdasarkan dua pengelompokan di atas, ada empat jenis kanker darah yang sering menyerang manusia. Diantaranya,

Leukemia limfotik akut atau acute lymphocytic leukemia (ALL). ALL menghambat fungsi  limfosit, sehingga penderitanya berpotensi infeksi serius. Kanker darah jenis ini umumnya penderitanya anak-anak, tetapi bisa juga menyerang orang dewasa.

Leukemia mielogen akut atau acute myelogenous leukemia (AML). Kanker darah jenis ini menyerang orang dewasa. Tetapi bisa juga diderita anak-anak dan remaja. Kanker jenis ini akan membentuk sel mieloid tidak sempurna dan dapat menyumbat pembuluh darah.

Leukemia limfotik kronis atau chronic lymphocytic leukemia (CLL). Jenis kanker darah ini hanya dialami orang dewasa. CLL umumnya terdeteksi pada stadium lanjut, karena pasien  tidak merasakan gejala.

Leukemia mielogen kronis atau Chronic myelogenous leukemia (CML) Jenis kanker darah ini kebanyakan diderita usia diatas 20 tahun. Pada tahap pertama, sel abnormalnya  berkembang perlahan. Tahap kedua, jumlah sel abnormal meningkat hingga kondisi penderita menurun drastis.

Gejala
Gejala kanker darah beragam. Tergantung jenis kanker darahnya. Penyakit ini sulit dikenali, karena  kondisi penderita hampir sama dengan penyakit lain. Karena itu, sobat perlu waspada kalau sakit tak kunjung sembuh. 

Berikut gejalanya :
Lemas atau kelelahan yang berkelanjutan, Demam, Menggigil, Sakit kepala, Muntah-muntah, Keringat berlebihan-terutama malam hari, Tulang sendi nyeri, Berat badan turun, Linfa dan hati bengkak, Sakit-sakitan, Mudah pendarahan (Sering mimisan) atau memar, Muncul bintik merah dikulit. 

Penyebab 
Penyebab dasar kanker darah belum diketahui pasti. Namun, diduga mutasi DNA sel darah putih yang menyebebkan prilaku sel berubah. Selain itu, faktor gen dan lingkungan sebagai pemicu. 

Resiko 
Keturunan atau genetika. Penderita down syndrome atau gangguan genetika lebih beresiko. Begitu juga dengan leukemia limfatik, namun yang diserang biasanya laki-laki. Selain riwayat keluarga, sebagai pemicu kanker darah adalahm, Kemoterapi atau Radioterapi dan perokok.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel